Rezadnk's Blog

13 November 2010

Tugas Softskill Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perilaku Konsumen

Filed under: Uncategorized — rezadoank @ 10:33 AM

Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perilaku Konsumen

Teknologi informasi merupakan teknologi masa kini yang dapat menyatukan atau menggabungkan berbagai informasi, data dan sumber untuk dimanfaatkan sebagai ilmu bagi kegunaan seluruh umat manusia melalui penggunaan berbagai media dan peralatan telekomunikasi modern. Dengan menggunakan berbagai media, peralatan teelekomunikasi dan computer canggih, Teknologi Informasi akan terus berkembang dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan peradaban umat manusiadi seluruh dunia.

A. Pendahuluan

Keunggulan dan kecanggihan teknologi informasi ini secara langsung mampu menggeser bahkan merubah sistem pola hidup manusia. Dalam perkembangannya teknologi informasi mampu memicu gejala-gejala sosial yang dapat dikatakan baru. Gejala tersebut antara lain, jarak dan waktu bukan lagi kendala yang utama, munculnya sistem pembelian dengan cara on-line, dan gejala yang sering terjadi adalah perubahan dalam bidang hukum, perundangan dan nilai-nilai budaya.

Era Informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi berkembang dengan cepat, juga arus informasi berjalan dan menyebar dengan kecepatan tinggi seolah-olah tanpa batas. Setiap informasi penting dari negara manapun akan dapat tersebar dan diketahui oleh penduduk di seluruh dunia yang sudah dapat mengakses informasi. Segala macam informasi akan berlalu lalang dihadapan manusia. Menghadapi hal semacam ini setiap orang harus dapat menentukan sikap dan mengambil keputusan agar dapat memilih informasi yang tepat bagi dirinya.

Pada dasarnya informasi yang ada baik atau buruk, benar atau salah pada hakekatnya bersifat netral. Artinya akibat dan efek informasi bagi seseorang atau masyarakat tergantung pada kepandaian dan kepiawaian seseorang atau masyarakat untuk menggunakan informasi tersebut. Pada saat ini sumber informasi sangat banyak, beragam dan tersebar dimana-mana. Sangat sulit untuk membatasi atau membentengi suatu informasi untuk tidak samapai kepada suatu masyarakat tertentu. Langkah yang terbaik bukannya menghalangi kehadiran informasi karena hal itu tidak mungkin, yang tepat adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menangani, menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi yang tersedia. Penyiapan kondisi psikologis bagi masyarakat untuk menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi bagi diri mereka sendiri akan lebih efektif dan mendewasakan masyarakat untuk bisa mengelola informasi dengan baik. Dengan kemajuan teknologi informasi seseorang atau masyarakat akan mendapat kemudahan akses untuk menggunakan dan memperoleh informasi.

B. Perkembangan Teknologi Informasi

Teknologi Informasi telah merambah ke seluruh sektor kehidupan, mulai dari digunakannya Teknologi Informasi ini hanya sebagai pengganti mesin ketik sampai dengan yang sudah mendukung dalam pengambilan keputusan manajemen. Teknologi Informasi telah berkembang begitu pesat. Hal ini tentu saja membawa dampak perubahan seluruh sektor kehidupan manusia.

Pada dasarnya Teknologi informasi adalah perangkat yang berharga karena dapat memberikan berbagai manfaat baik langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan tentang Teknologi informasi ini sangat penting, hal ini disebabkan karena :

a. Teknologi Informasi berada dimana-mana

b. Teknologi Informasi dapat membantu manusia menjadi lebih produktif

c. Teknologi Informasi itu menggairahkan dan dapat memberikan perubahan

d. Teknologi Informasi dapat mempertinggi karir

e. Teknologi Informasi dapat memberikan kesempatan luas kepada manusia di dunia ini.

Teknologi informasi mencakup teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Lebih rinci, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi enam teknologi, yaitu teknologi komunikasi, teknologi masukan, teknologi perangkat lunak, teknologi penyimpan, dan teknologi mesin pemroses ).

Sejak dasawarsa terakhir, perkembangan teknologi dan akses internet memperkuat masyarakat kita dalam bidang informasi. Dengan temuan pangkalan data (database) komputer, jaringan, dan inovasi teknologi lain yang memfasilitasi temu kembali informasi, penyimpanan informasi telah diperkuat pada tingkat yang sangat tinggi.

C. Pengertian Informasi

Ada banyak arti dan makna informasi. Oleh karena itu perlu didefinisikan pengertian informasi agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam memahami informasi. Dalam bukunya Jeffrey A Hoffer informasi dijelaskan sebagai , ”Information as data that has been processed in such a way that it can increase the knowledge of the person who uses it). Informasi adalah data yang diproses sedemikian rupa sehingga informasi ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi orang yang menggunakan informasi tersebut. Untuk menjadi informasi harus melalui proses pengolahan dari sejumlah data yang ada.

Setiap informasi yang berguna bagi orang yang memerlukan pada saat dan tempat yang tepat. Oleh karena itu penyedia informasi pada pusat-pusat informasi seharusnya dapat memahami dan mengetahui apa sesungguhnya yang dicari oleh para pengguna dan pencari informasi. Menurut Pawit M. Yusuf, informasi merupakan catatan atau rekaman suatu fenomena yang dapat diamati atau berupa keputusan-keputusan penting. Informasi adalah sesuatu yang berupa pengetahuan lisan atau tertulis. Di masa sekarang dan masa yang akan datang informasi tertulis atau informasi rekaman akan mempunyai nilai yang tinggi dan berguna bagi kehidupan masyarakat). Jadi informasi yang dihasilkan merupakan sesuatu yang bermakna bagi pengguna informasi, bagi penyedia informasi, dan juga bagi suatu sistem pengetahuan dalam masyarakat. Dengan demikian informasi adalah suau data, pengetahuan, suara, gambar, dari yang sederhana sampai yang kompleks yang dapat digunakan oleh pemakai informasi dan hal-hal tersebut mempunyai nilai dan arti dalam arus lalu lintas informasi.

Secara umum dapat dikatakan bahwa informasi adalah suatu data, keterangan, pengetahuan, berita yang bermakna dan berguna baik bagi penyedia informasi maupun bagi pengguna informasi. Sebuah informasi dapat dikomunikasikan, dapat ditransfer atau dapat diakses oleh para pengguna informasi. Informasi yang benar akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi para pengguna informasi. Dengan melihat kenyataan itu, suatu informasi yang bernilai, kaya dan bermutu mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

D. Pengelolaan Informasi

Pengelolaan informasi yang baik akan menghasilkan komunikasi informasi yang cepat dan baik. Pengelolaan informasi yang baik akan menguntungkan penyedia informasi dan pengguna informasi. Suatu pengelolaan informasi akan memperoleh hasil yang memuaskan jika menggunakan sistem yang tepat untuk mempermudah proses-proses dalam pengaturan, penyediaan dan pengaksesan informasi.

Secara sederhana pengelolaan informasi adalah proses pemasukan data informasi, proses pengolahan informasi, proses keluaran informasi, dan proses pengaksesan informasi. Dengan adanya sistem pengelolaan informasi maka data yang ada dapat digunakan secara bersama-sama.. Hasil Pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat, akses untuk memperoleh informasi menjadi lebih cepat. Menurut Raymond Coleman dan M.J. Riley, ”The criterion of an effective management information system is that it provides accurate, timely, and meaningful data for management planning, analysis, and control to optimize the growth of the organization.”(kriteria bagi suatu system pengelolaan informasi yang efektif adalah sistem tersebut dapat memberikan data dan informasi yang cermat, tepat waktu, dan yang penting artinya bagi perencanaan, analisis, dan pengendalian manajemen untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi)). Dengan definisi di atas, dapat diketahui bahwa dengan pengelolaan sisem informasi yang baik secara lanngsung akan menghasilkan informasi yang pada akhirnya dapat menciptakan dan menumbuhkan organisasi yang efektif dan baik. Suatu organisasi yang baik akan dapat bersaing dalam kancah dan usaha yang ketat.

Suatu sistem pengelolaan informasi pada akhirnya dapat menjadi penentu bukan hanya bagi para pembuat kebijakan, tetapi yang lebih penting justru bisa memberikan akses informasi yang cepat, akurat dan memadai bagi para pencari informasi. Dengan menggunakan sistem pengelolaan informasi yang menggunakan teknologi informasi yang berkembang, maka hasil informasi yang dicapai akan lebih bernilai, cepat dan lebih efisien.

E. Peran SDM dalam Pengelolaan Informasi

Untuk bisa menghasilkan keunggulan dalam suatu organisasi, demikian pula dengan pusat-pusat informasi harus mengutamakan para pemakai dan pengguna informasi. Kalau pusat informasi dapat mengidentifikasikan mayoritas pengguna informasinya, maka pusat informasi itu akan dapat menemukan kebijakan dasar dan utama yang menjadi prioritasnya.

Sebagai contoh pusat informasi yang menyediakan data informasi tentang pendidikan melihat bahwa pengguna utamanya adalah mahasiswa dari disiplin ilmu sosial dan humaniora. Maka kebijakan strategis yang akan diambil tentunya semua informasi yang berkaitan dengan ilmu sosial dan humaniora, ia akan memprioritaskan usaha, dana, operasinya pada kedua bidang itu. Pada tahap yang lebih lanjut bahkan pusat informasi itu akan berani membuat kebijakan pada bidang diluar ilmu sosial dan humaniora. Andaikan hal itu dilaksanakan dengan konsisten, maka lambat laun pusat informasi itu akan berkembang ssuai dengan pangsa pasar.

Orientasi pada pemakai informasi hampir sama dengan otientasi pada hasil. Kalai kita berorientasi pada hasil, maka penyedia dan pusat informasi itu sudah berjalan pada rel yang tepat. Pusat informasi yang berorientasi pada hasil dan pemakai informasi akan selalu mengetahui trend yang diikuti oleh mayoritas pemakainya. Pusat informasi itu akan selalu berorientasi dengan para pemakai informasi untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan oleh para pemakai informasi. Disamping itu pusat informasi dapat memberikan penjelasan dan keterangan kepada para pengguna informasi bahwa untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat diperlukan teknologi yang canggih, tentu saja teknologi informasi itu membutuhkan biaya dan dana. Kalau para pemakai informasi memandang bahwa informasi yang diperlukan menguntungkan, maka ia tidak akan segan-segan untuk membiatai informasi yang diperolehnya, atau paling tidak membantu memahami bahwa informasi itu mempunyai nilai ekonomis.

F. Perubahan Sosial

Dalam mempelajari perubahan sosial, kita akan menemukan perbincangan mengenai faktor-faktor yang menimbulkan perubahan sosial; agen perubahan sosial (agents of social change) itu; berapa lama perubahan sosial itu terjadi (durasi sebuah perubahan sosial); juga dampak dari perubahan sosial itu.

Saat ini ditengah-tengah masyarakat kita sedang berlangsung perubahan sosial. Sebelum reformasi pun sebenarnya sudah terjadi perubahan sosial, meskipun amat berangsur-angsur. Ada beberapa teori yang menyebutkan tentang sebab-sebab terjadinya perubahan sosial, diantaranya adalah :

  1. Masyarakat berubah karena ideas: pandangan hidup, pandangan dunia, dan nilai-nilai. Menurut penganut pendapat ini, penyebab utama perubahan adalah ideas. Max Weber adalah salah satu penganut pendapat serupa. Dalam The Sociology of Religion dan The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, Weber banyak menekankan betapa berpengaruhnya ide terhadap suatu masyarakat. Sejumlah peneliti Max Weber juga mengatakan bahwa tesis utama dari Weberianisme adalah pengakuan terhadap peranan besar ideologi sebagai variabel independen bagi perkembangan masyarakat.
  2. Yang mempengaruhi terjadinya perubahan dalam sejarah adalah great inddividuals (tokoh-tokoh besar) yang sering pula disebut heroes (para pahlawan). Salah satu pengikut teori ini adalah Thomas Carlyle (1795 – 1881). Carlyle menulis buku yang berjudul On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History (Para Pahlawan, Pemujaan-Pahlawan, dan Kepahlawanan dalam sejarah). Carlyle pernah mengatakan ”Sejarah dunia …. adalah biografi orang-orang besar …”. Oleh sebab itu, menurut pemikir-pemikir semacam Carlyle, perubahan sosial terjadi karena munculnya seorang tokoh atau pahlawan yang dapat menarik simpati para pengikutnya yang setia. Kemudian bersama-sama dengan para simpatisan mengubah masyarakat. Inilah yang oleh para sosiolog dinamakan dengan great individuals as historical force.
  3. Perubahan sosial bisa terjadi karena munculnya sosial movement (gerakan sosial Lembaga Swadaya Masyarakat/ LSM, walaupun kecil termasuk gerakan sosial. Berbagai LSM di luar negeri telah terbukti dapat menimbulkan perubahan sosial. Yayasan juga dapat berfungsi sebagai organisasi gerakan sosial.

Teknologi Informasi telah menjadikan ide-ide yang dimunculkan oleh orang-orang dapat diakses tidak hanya dibatasi oleh waktu dan tempat. Begitu juga dengan tokoh-tokoh publik yang dijadikan top figur di suatu negara, dengan hadirnya akses informasi yang tidak terbatas dapat mempengaruhi masyarakat di luar negaranya yang mungkin berbeda nilai-nilai budaya atau bahkan agama yang dianut.

Hadirnya teknologi informasi ini juga dapat dengan cepat merubah ide, nilai-nilai dan perilaku individu dan sosial yang telah dapat mengakses informasi tanpa batas ini.

Perubahan Teknologi dalam masyarakat ini akan mempengaruhi berbagai perubahan sosial sesuai dengan kondisi masyarakat. Irama perubahan maupun cara perubahannya beraneka ragam.

G. Dampak Teknologi Informasi

Teknologi merupakan hasil karya manusia untuk mengolah lingkungan dan menyesuaikan diri dengannya. Teknologi membantu memperpanjang tangannya, memperkuat ototnya atau menyambung indera dan otaknya. Teknologi membuat lingkungannya nyaman, aman dan efisien untuk didiami dan diolah. Karena manusia dipengaruhi oleh lingkungan, maka lingkungan teknologi juga mempunyai dampak terhadap manusia, namun teknologi mutakhir yang berkembang besar-besaran dengan laju yang cepat dampaknya terhadap manusia juga luas dan dalam. Pengaruh ini dapat langsung atau primer dapat pula tidak secara langsung, sekunder atau tersier.

Diantara dampak negatif teknologi informasi terhadap manusia dapat disebutkan sebagai berikut :

1. Dampak terhadap manusia

a. Pergeseran atau penggantian manusia (displacement, subtitution), misalnya fungsi otot-otot besar manusia yang di dalam pekerjaannya diganti oleh teknologi, sehingga manusia mengalami atrofi atau dapat pula otaknya digantikan sehingga terjadi atrofi mental. Bahkan mungkin seluruh fungsi manusia diganti oleh robot, sehingga tergeser dari pekerjaannya.

b. Kebebasan terkekang, dalam banyak hal kita harus menyesuaikan diri dengan alat-alat dan sistem. Waktu mengatur pekerjaan kita meskipun bertentangan dengan kronobiologi atau irama biologi kita. Hasil pekerjaan yang utuh tidak bisa dinikmati, karena pekerjaan yang sudah terfragmentasi dan monoton. Informasi yang dapat diolah semakin banyak, tetapi saluran untuk mengungkapkan informasi tersebut semakin sedikit.

c. Kepribadian terhimpit, karena pengaruh informasi yang sifatnya global maka manusia cenderung menjadi manusia yang terpengaruh oleh isue-isue global, sementara kultur, nilai-nilai lokal menjadi semakin terkikis.

d. Objektifitas manusia (dehumanisasi), manusia dianggap sebagai hal yang obyektif, diurai-urai hanya hal-hal yang dapat diukur atau dihitung saja, sedangkan yang lain dianggap periferal dan tidak menjadi pertimbangan dalam usaha-usaha pengembanan, pendidikan dan peningkatannya.

e. Mentalitas teknologi, hal ini tercermin pada kepercayaan yang berlebihan pada alat (teknosentris), seolah-olah segala sesuatu dapat dipecahkan oleh teknologi dan sesuatu akan lebih meyakinkan kalau dilakukan dengan peralatan dan disertai angka-angka. Hal ini yang sudah biasa atau mudah diperhitungkan masih memerlukan bantuan penelitian eksperimen.

f. Penyeimbangan kembali yang tidak adaptif, dalam rangka mengembalikan keseimbangan yang terganggu oleh teknologi. Orang kadang lari dari kenyataan hidup dengan menggunakan obat-obatan seperti narkotika, psikotropika dan mencari kekuatan dengan mengumpulkan barang-barang status (positional goods) untuk mengkompensasi adaptasi yang gagal.

g. Krisis teknologi, berbagai krisis yang melanda dunia abad ini terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi yang terlalu cepat, sehingga proses adaptasi dan integrasi tidak sempat dilakukan. Akibatnya terhadap individu ialah technostress, penyakit urban, penyakit peradaban.

2. Dampak terhadap lingkungan

Seperti halnya dampak terhadap manusia, maka dampak negatif terhadap lingkungan bertambah penting karena makin luas, cepat dan irreversibel. Beberapa dampak teknologi terhadap manusia, termasuk lingkungan kultural adalah :

a. Terkurasnya sumberdaya, karena teknologi cenderung berkembang kearah penciptaan kebutuhan baru, hiperkonsumsi, maka manusia makin meninkat terutama untuk kebutuhan kultural.

b. Gangguan iklim, tumbuhnya kawasan industri, sehingga dapat menimbulkan perubahan cuaca dan iklim.

c. Pencemaran lingkungan, masalah ini juga banyak dibicarakan oleh pemerhati lingkungan.

d. Destabilisasi dan dekompensasi lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem atau lebih tepat kesatuan alam menjadi rusak.

e. Beban lebih informasi, ligkungan informasi juga akan menimbulkan problem karena pertumbuhannya yang sangat cepat, melampui daya serap dan daya olah manusia.

f. Konsumsi tinggi dan massal, konsumsi masal makin membebani lingkungan dan menyebabkan ketidakseimbangan. Jika dinamika sosial ekonomi tidak bergerak seiring dengan peningkatan konsumsi, maka masyarakat dunia ketiga hanya menjadi konsumen barang-barang dari negeri mewah yang sebetulnya tidak diperlukan.

g. Meningkatnya kriminalitas dunia maya (Cybercrime), perkembangan teknologi informasi telah memunculkan trend kriminalitas baru di dunia maya, pembobolan kartu kredit, penipuan-penipuan dengan menggunakan sarana internet, dan pembajakan-pembajakan software menjadi PR bagi penegak hukum untuk mengatasinya.

Era informasi yang telah hadir dihadapan kita, mau tidak mau akan membawa dampak positif maupun negatif. Tanpa inisiatif yang tinggi menyambut datangnya era informasi ini, kita hanya akan menjadi penonton, atau bahkan jadi korban (sitting duck). Namun jika kita mampu berada dan ikut menjadi pelaku di dalamnya, kita akan dapat menikmati dan merasakan sisi positif dari era informasi ini. Tentu saja hal ini tidak mudah, walaupun bukannya tidak mungkin.

Dampak kemajuan teknologi informasi yang tidak sehat akan berdampak jauh lebih berbahaya dibanding keunggulannya dan kemanfaatannya terutama dikalangan remaja seperti di negara barat. Kita sangat mudah melihat dan menerima informasi dari berbagai belahan dunia tanpa harus memerlukan biaya yang mahal. Untuk menghindari hal itu masyarakat harus dapat melihat dan membedakan isu-isu mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk diadopsi demi untuk kemajuan dan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dari tulisan yang terdapat di atas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi sangat mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli sebuah barang atau produk. Kemajuan peradaban manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad informasi ini teelah memudahkan manusia berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Keunggulan atau dampak positif dari kemajuan teknologi informasi sangat besar manfaatnya. Tetapi, tidak dapat dielakkan juga bahwa dampak negatif yang dihasilkan oleh teknologi informasi ini juga muncul.

Daftar pustaka

http://blog.unila.ac.id/faridh/category/pengaruh-it-terhadap-perilaku-konsumen/

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: