Rezadnk's Blog

27 November 2010

tulisan perilaku konsumen terhadap konsumsi kopi

Filed under: Uncategorized — rezadoank @ 12:25 PM

PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KOSUMSI KOPI

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ke empat di dunia setelah

Brasil, Colombia dan Vietnam dengan sentra produksi di daerah Sumatera Utara,

Sumatera Selatan, Bengkulu, Aceh, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur

dan Sulawesi Selatan. Jenis kopi yang dihasilkan terdiri atas ± 71 % kopi Robusta

dan ± 29 % kopi Arabika. Dalam perdagangan dunia, Indonesia menyumbangkan

23,6 % kopi Robusta yang merupakan penghasil kopi Robusta terbesar di dunia.

Selain sebagai komoditi ekspor, terbuka peluang bagi komoditi kopi untuk masuk

dalam pasar domestik, karena berdasarkan hasil sidang International Coffee

Organization (ICO) ke-88 tahun 2003 dianjurkan program peningkatan konsumsi

kopi domestik bagi negara produsen kopi dunia (Herman, 2003).

Indonesia termasuk salah satu produsen kopi utama dengan pangsa konsumsi

sebesar 1,93% dari konsumsi total dunia pada tahun 1997. Konsumsi kopi per kapita

Indonesia relatif rendah dibanding negara lain. Dalam sepuluh tahun terakhir,

konsumsi kopi Indonesia hanya meningkat 6,0% yaitu 0,33 menjadi 0,56 kg per

kapita per tahun. Dengan konsumsi sebesar 560 gram per kapita per tahun, Indonesia

termasuk dalam kategori tingkat konsumsi yang amat rendah di dunia, di bawah 1,0

kg per kapita per tahun (FAO 1996 dan AEKI 1999).

Kopi merupakan bahan minuman yang terkait dengan aspek kenikmatan dan

estetika. Sebagai bahan minuman, kopi memiliki ciri khas, karena dapat memberikan

2

nilai kepuasan bagi yang meminumnya, melalui cita rasa, proses fisiologis dan

psikologis (Ismayadi,1999).

Di Kota Banda Aceh minum kopi merupakan budaya, karena kopi diminum

disetiap saat, tempat dan pada acara-acara tertentu (seperti coffee break, kendurian

dan lain sebagainya) oleh masyarakat pedesaan dan perkotaan, dengan kata lain

minuman kopi merupakan minuman masyarakat umum. Budaya konsumen

merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar dalam hal minum

kopi. Kebiasaan minum kopi pada masyarakat Kota Banda Aceh sudah menjadi

perilaku yang tidak dapat ditinggalkan, karena faktanya banyak warung kopi yang

buka sejak subuh hingga tengah malam selalu ramai dikunjungi konsumen.

Istilah kopi hitam pada konsumen Kota Banda Aceh merupakan suatu minuman

kopi yang mempunyai rasa khas pahit di tambah gula, tanpa campuran bahan lainnya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan

untuk pergi ke warung kopi, bisa karena faktor budaya, sosial, individual (seperti

usia, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup dan kepribadian), faktor psikologis

(seperti motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan) dan faktor dari minuman itu

sendiri juga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mempengaruhi

konsumen yaitu warna, aroma dan cita rasanya.

Mengkonsumsi kopi sebagian besar orang bertujuan untuk memperpanjang

waktu terjaga dengan merangsang sistem saraf pusat, dapat meningkatkan daya pikir,

meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah lelah dan tubuh menjadi bergairah. Efek

3

dari semua itu diakibatkan oleh senyawa kafein yang ada di dalam kopi. Dalam

bidang kedokteran kafein dipergunakan sebagai campuran obat-obatan seperti obat

flu, sakit kepala, demam dan obat stimulansia.

II. PEMBAHASAN

2.1. Kopi

Ada dua jenis utama kopi yang terkenal di Indonesia saat ini yaitu coffea

Arabica (kopi Arabika) dan coffea Canephora (kopi Robusta). Klasifikasi tanaman

kopi termasuk famili Rubiaceae. Kopi sebagai bahan minuman sudah tidak asing lagi.

Aroma harum, rasa khas nikmat serta khasiatnya yang menyegarkan badan membuat

kopi cukup akrab di lidah dan banyak digemari. Penggemarnya bukan saja bangsa

Indonesia, tetapi juga berbagai bangsa di seluruh dunia.

Awalnya minuman kopi hanya dikenal sebagai minuman yang terbuat dari

cairan daun dan buah segar serta diseduh dengan air panas sehingga berkhasiat untuk

menyegarkan badan. Namun, sejak ditemukan cara-cara pengolahan buah kopi yang

lebih baik, selain berkhasiat, minuman kopi mempunyai aroma harum yang khas dan

memberikan rasa nikmat. Dengan demikian, kopi menjadi terkenal dan tersebar ke

berbagai negara di Eropa, Asia dan Amerika. Biji kopi mengandung kafein yang

dapat merangsang kerja jantung dan otak sehingga sebagian orang tidak tahan minum

kopi (Najiyati dan Danarti, 2004).

Di Indonesia, tanaman kopi diperkenalkan pertama kali oleh VOC antara tahun

1696 – 1699. Awalnya, penanaman kopi hanya bersifat penelitian. Namun, karena

hasilnya memuaskan dan dipandang cukup menguntungkan sebagai komoditas

perdagangan maka VOC menyebarkan bibit kopi ke berbagai daerah agar penduduk

dapat menanamnya. Kemudian, perkebunan besar pun didirikan dan akhirnya

6

tanaman kopi tersebar ke daerah Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara,

Sumatera Selatan dan daerah lain di Indonesia (Najiyati dan Danarti, 2004).

2.2. Perilaku Konsumen dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Perilaku konsumen adalah sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam

mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses

keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan (Engel, et.al,. 1994). Sementara

menurut Loudon dan Bitta (1998), perilaku konsumen adalah proses pengambilan

keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan

individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan atau mengabaikan barangbarang

dan jasa-jasa. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya menurut

Kotler dan Armstrong (1996) adalah sebagai berikut :

2.2.1. Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan mendalam pada perilaku

konsumen. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku

seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan

perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga

penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih

kecil memperkenalkan dan mensosialisasikan yang lebih spesifik untuk para

masyarakatnya.

Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang bertahan lama dan relatif tetap

dalam suatu masyarakat, yang tersusun menurut tingkatannya (dari atas kebawah atau

7

sebaliknya) dan masyarakatnya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa.

Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi

diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain

2.2.2. Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok

kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang

dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Definisi kelompok adalah dua orang atau

lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.

Keluarga dapat mempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah

organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.

2.2.3. Faktor Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur

dan tahapan siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan

konsep diri konsumen.

Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga.

Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasikan tahapan-tahapan dalam siklus

hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau

transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya.

Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Situasi ekonomi

seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Para pemasar produk berusaha

8

mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata

terhadap produk dan jasa tertentu.

Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan

(tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase

yang mudah dijadikan uang ).

Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh

kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang

secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga

mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang.

Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang

yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian

dapat merupakan suatu variabel yang sangaat berguna dalam menganalisa perilaku

konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi

yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau

merek.

2.2.4. Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang dipengaruhi oleh empat faktor

psikologis yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan dan kepercayaan.

Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan

seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan

bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti

9

rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain

bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu,

seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.

Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih,

mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu

gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbedabeda

dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi yaitu perhatian yang

selektif, gangguan yang selektif dan mengingat kembali yang selektif.

Pengetahuan menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul

dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang

dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

2.3. Pendapatan Perkapita

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh

Rumah Tangga Keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor

produksi selama satu tahun. Konsumsi merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi pendapatan nasional.

Pendapatan Perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu

negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional

suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita sering

digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara,

10

semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut (Anonim,

2007b).

2.4. Tingkat Konsumsi

Tingkat Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang

dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun

(Anonim, 2007b). Tingkat konsumsi kopi dunia antara negara produsen dan

konsumen sangat berbeda dengan tingkat konsumsi berkisar dari 0,5 – 12 kg per

kapita per tahun. Secara garis besar tingkat konsumsi kopi di berbagai negara dapat

digolongkan dalam beberapa tingkat yaitu :

a. Tingkat konsumsi amat rendah, di bawah 1,0 kg per kapita per tahun yang

umumnya negara produsen seperti Indonesia dan Afrika.

b. Tingkat konsumsi rendah, dari 1,0 – 3,5 kg per kapita per tahun, seperti negaranegara

Eropa Timur, Kanada dan Portugal.

c. Tingkat konsumsi menengah, dari 3,5 – 7,0 kg per kapita per tahun seperti

Amerika Serikat, Italia, Prancis dan Jerman.

d. Tingkat konsumsi tinggi, dari 7,0 – 12,0 kg per kapita per tahun, seperti Swiss,

Belgia/Luxemburg, Norwegia, Denmark, Swedia dan Finlandia (Anonim, 2006b).

III. KESIMPULAN

Dari tulisan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kopi memang cukup banyak dikonsumsi di Negara yang beriklim dingin, karena untuk menghangatkan tubung dari cuaca yang begitu dingin. Oleh karena itu Indonesia diharapkan dapat mengekspor lebih banyak kopi ke Negara di benua eropa maupun di amerika yang bersuhu dingin.

SUMBER :

Anonim, 1999, “Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Statistik Kopi 1997 –
1999”, AEKI, Jakarta.
Anonim, 2001a, “Drinking coffee may lower risks of Parkinson’s”, Chemistry &
Industry, Juli.
Anonim, 2001b, “Caffeine for headaches”, Chemistry & Industry, 2; 22.

Anonim, 2006b, “Informasi Perdagangan Berjangka Komoditi”, Departemen
Perindustrian dan Perdagangan.
Anonim,2007a, ”Coffee Chemistry – Aroma”, http://id.coffeereseach.org, diakses
bulan Januari 2007.
Anonim,2007b,“Pendapatan Perkapita”, http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan
perkapita, diakses pada, 15 Mei 2007.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: